bicara orang sukses, tentu banyak sekali ada di sekitar kita. Sukses tak
bisa digenggam dalam sekejap. Butuh perjuangan dan keseriusan.
Seperti yang dilakukan oleh orang-orang sukses di dunia ini. Mereka luar
biasa perjuangannya. Jatuh bangun tanpa mengeluh. Bahkan tak sedikit
dicibir, tapi tetap bangkit demi sebuah kesuksesan.
Ada beberapa kisah inspiratif yang bisa dijadikan kaca bagi kita semua.
Berikut ini kisah inspiratif ini
1.
Kisah Jack Ma, orang terkaya di China
Lebih dari sepuluh tahun lalu, Jack Ma bukanlah orang penting apalagi
orang kaya di China. Dia cuma pengangguran yang prestasi di bangku
kuliah pun pas-pasan. Namun siapa sangka Jack Ma kini dikenal sebagai
pendiri e-commerce Alibaba terbesar di China yang perusahaannya bersaing
ketat dengan eBay milik Amerika.
Kesuksesan Ma tidak terjadi dalam sekejap. Perlu kesungguhan dan tekad
setebal baja untuk menjadi sukses seperti sekarang ini.
Dalam wawancara yang dikutip dari
businessinsider.co.id,
Ma mengungkapkan dirinya sudah terbiasa dengan penolakan. Bahkan untuk
masuk kuliah pun, Ma sudah terlebih dahulu ditolak tiga kali oleh
kampus. Yang terparah selepas kuliah 30 kali penolakan kerja diterimanya
sampai nyaris membuat Ma putus asa.
"Saya mau menjadi polisi, mereka bilang saya tidak pantas. Bahkan saya
melamar ke KFC di kota saya, dari 24 orang yang melamar hanya saya yang
tidak diterima," kenang Ma.
Tak putus asa, di tahun 1999 bersama temannya Ma mencoba terobosan baru
di bidang e-commerce. Saat itu dia tahu dia harus kreatif untuk
mendapatkan suntikan dana dari bank. Akhirnya dia meluncurkan produk
e-commerce pertamanya Aliplay.
Semula banyak orang menyangsikan Aliplay yang mewadahi jual beli antar
kurs dalam perdagangan internasional. "Mereka bilang ini ide paling
bodoh yang pernah saya lakukan. Saya tidak peduli selama orang dapat
menggunakannya," tutur dia.
Kini Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China dengan total kekayaan
20,4 miliar dolar. Bahkan produk perusahaan Ma mampu menarik 100 juta
orang setiap harinya.
Ma pun tak takut harus bersaing dengan eBay yang tampak lebih perkasa.
Dia yakin kepercayaan pasar, utamanya di China sudah berada di dalam
genggamannya. Kisah Ma menjadi bukti jangan pernah berhenti berusaha
jika mau sukses.
2. Dana Parris pemilik restoran Just Cookin
Kisah ini datang dari seorang pemilik restoran. Setiap orang percaya
jika rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan. Hal tersebut yang kemudian
dibuktikan Dana Parris, pemilik restoran Just Cookin.
Wanita paruh baya tersebut membebaskan pelanggannya untuk membayar
makanan dan minuman yang telah disantap sesukanya. Awalnya, banyak yang
mengatakan cara pembayaran tersebut akan membuat Parris bangkrut. Bahkan
banyak orang meremehkan ide Parris.
Nyatanya, seminggu setelah menjalankan cara pembayaran nyeleneh
tersebut, keuntungan Parris justru meningkat. Ia mengaku keuntungannya
berlipat ganda.
Restoran Parris terletak di Dallas, North Carolina, Amerika. Restoran
ini mempunyai cara unik saat pelanggan akan melakukan pembayaran.
Restoran bernama Just Cookin tersebut mempersilakan setiap orang untuk
membayar sajian yang telah disantap sesukanya.
Pemilik restoran, Dana Parris mengatakan, mengaku sengaja melakukan hal
tersebut. Ia percaya, setiap rezeki sudah diatur Tuhan.
Parris menambahkan, cara pembayaran tersebut justru membawa peruntungan
baginya. Pemasukannya justru meningkat tiga kali dalam minggu pertama.
Ia kemudian menceritakan pengalaman unik yang pernah dialaminya, saat
seorang suster tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar makanan
yang telah dipesannya, hot dog dan segelas minuman. Parris pun
membiarkannya membayar semampunya.
"Dua hari kemudian dia balik lagi dan membayar USD 20 (Rp 240 ribu)
saat memesan menu yang sama," ujar Parris.
3.
Feby Salam pemilik 24 outlet Dapur Iga
Di Indonesia juga ada kisah inspiratif sederhana. Namanya Feby Salam.
Feby saat itu berhenti dari pekerjaan di perusahaan besar yang
memberikan penghasilan tetap tiap bulan. Dia memutuskan pensiun dari
pekerjaan saat usia yang masih tergolong muda.
Di dunia bisnis dan entrepreneur, nama Feby mungkin tidak setenar Bob
Sadino atau pengusaha muda lainnya. Namun kisah pemilik bisnis Dapur Iga
ini bisa dijadikan pembelajaran bagi anak-anak muda yang memutuskan
berhenti dari status sebagai karyawan dan membangun mimpi menjadi bos.
Saat mengutarakan rencana untuk berhenti kerja dari perusahaan yang
memberikan fasilitas memadai dan gaji tinggi, pertentangan melanda
keluarga Feby. Saat itu usia Feby maish 26 tahun. Istri dan orang tuanya
menolak keras rencana pensiun muda. Bahkan, kehidupan rumah tangga Feby
pun jadi taruhannya.
"Saya sempat mau cerai dengan istri, orang tua tak ridhoi. Untung punya
sahabat yang mendukung kemauan saya. Prinsip saya, masih punya saudara
pasti saya dikasih makan," jelas dia.
Setelah memberikan penjelasan pada istri dan orang tua serta
membulatkan tekad melangkah keluar dari pintu perusahaan tempatnya
bekerja, Febby mulai merintis mimpi menjadi pebisnis. Dimulai dari usaha
kecil-kecilan jual beli pulsa, bisnis rental motor dan mobil hingga
bisnis online. Sayangnya, hoki tak menghampirinya. Semua bisnis yang
dijalankannya tidak membuahkan hasil yang nyata. Dia harus menerima
fakta, tidak mudah meraih sukses. Jatuh bangun berkali-kali sudah biasa.
"Saya sempat bangkrut, jatuh bangun hampir 8 sampai 9 kali, tapi saya
punya pendirian untuk bisa bangkit demi menafkahi istri dan anak saya,"
ungkapnya.
Doa dan usahanya mulai menunjukkan titik terang. Melalui jaringan
pertemanan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2012 Feby bertemu
rekannya yang memiliki bisnis kuliner daging iga. Feby merasa tertarik
karena belum banyak pemain kuliner daging iga.
Feby mulai menjajakan bisnis kulinernya di kios-kios. Saat itu modalnya
masih terbilang kecil. Kurang dari Rp 10 juta. Namun ketekunannya
membuahkan hasil luar biasa. "Saya mulai berdagang di kawasan Bandung,
orang-orang menyukai daging iga buatan saya ini," ungkapnya.
Setelah cukup ternama dan punya pelanggan, dia memutuskan meningkatkan
bisnisnya ini ke tahap restoran. Saat itu modalnya sudah berkali-kali
lipat lebih besar. "Modal Rp 400 juta saya gunakan dari tabungan, lalu
saya jual mobil saya," jelas dia.
Dia terus melebarkan sayap bisnisnya. Dulu hanya menjual daging iga di
kios kawasan Bandung, kini sudah berhasil memiliki 24 outlet Dapur Iga
yang tersebar di seluruh Indonesia. "Omzet per tahunnya Rp 10-15 miliar
per outlet," ungkapnya.
"Terpenting adalah jangan mengambil keuntungan dulu, action dan action
harus dijalani, dan fokus dalam menjalani sebuah bisnis," tutup dia.
1 komentar so far
Pengusaha lokal kampret !!! Janji2 doank !! Modus !!!
EmoticonEmoticon