Wednesday, 7 November 2018

KENAPA NKRI HARUS MENGAKU BENDERA TAUHID

Tags


MENIMBANG OBJEKTIVITAS STATEMEN UAS & TGB

"Baca sampai tuntas biar CERDAS"
Gambar meme dibawah
ini sedang digencarkan oleh para pemuja KHILAFAH
(ataukah pembenci JOKOWI?!! Wallahu A'lam).
Mereka merasa mendapatkan legitimasi dari seorang UAS.
Setidaknya, ada dua point besar yang mereka ambil dari wawancara eksklusif UAS dengan TVONE beberapa waktu lalu;
1. Ar Rayah & Al Liwa tidak hanya dinarasikan disaat perang saja, tapi juga disaat damai.
2. Ar Rayah & Al Liwa adalah bendera Umat Islam, pemersatu Umat Islam.
Point pertama merupakan senjata counter attack para pengasong khilafah kepada TGB. sebelumnya beliau memberikan pernyataan tidak ada satupun dalam Hazanah keislaman bahwa Ar Rayah & Al Liwa dinarasikan dalam situasi damai.
ARGUMENTASI UAS
Bukti bahwa Ar Rayah & Al Liwa juga dibawa oleh Rasulullah saat damai, menurut UAS adalah fakta sejarah Penaklukan Kota Mekkah. Dalam hadits disebutkan; " Nabi Muhammad SAW memasuki Kota Mekkah dengan Liwa berwarna Putih." Ini adalah peristiwa Penaklukan Kota Mekah, pada saat itu Rasulullah membawa 10 Ribu pasukan. Beliau berada di Mekkah selama 19 hari dalam rangka Rekonsiliasi.
INKONSISTENSI PERNYATAAN UAS.
Analisa ini tidak akan merujuk kepada fakta sejarah tentang penaklukkan kota Mekkah, hanya didasarkan pada pernyataan UAS dalam wawancara tersebut.
(jika merujuk kesana, sangat jelas bahwa penaklukkan kota Mekkah disebabkan oleh tindakan pongah kaum Quraisy yang melanggar perjanjian Hudaibiyah, yang salah satu diantaranya adalah gencatan senjata selama 10 tahun, sehingga Rasulullah SAW berniat untuk menggempur kaum Quraisy & sekutunya dengan membawa 10ribu pasukan yang dibagi menjadi 4 bagian. Oleh karenanya, peristiwa ini oleh para sejarawan merupakan salah satu diantara peperangan Rasulullah SAW).
INKONSISTENSI PERTAMA
UAS mengatakan bahwa Ar Rayah & Al Liwa juga terjadi di saat situasi damai. Tapi argumentasinya adalah peristiwa Penaklukkan kota Mekkah.
Jika memang itu situasi aman, damai, dan kondusif, kenapa Rasulullah membawa pasukan sebanyak 10ribu?? sebagaimana yang dijelaskan UAS sendiri.
Jika memang situasi damai, terus maksud pernyataan UAS bahwa Rasulullah ke Mekkah dalam rangka REKONSILIASI itu apa? Rekonsiliasi dari apa???
Jika yang dimaksud UAS bahwa dalam Penaklukkan kota Mekkah tidak terjadi peperangan, itu benar....tapi faktornya bukan karena situasi saat itu aman & damai, melainkan karena kaum Quraisy menyerah....
Disinilah keteladanan Rasulullah SAW yang patut dicontoh...betapa beliau seorang pemaaf meskipun kepada non Muslim, apalagi kepada sesama muslim.
INKONSISTENSI UAS KEDUA
sebelum menjelaskan bahwa Ar Rayah & Al Liwa juga dipakai disaat damai, UAS menjelaskan tentang definisi dari keduanya. Beliau mengatakan; " dijelaskan oleh imam Nawawi dalam Syarah Muslim bahwa Al Liwa adalah: Al Alam Al Kabir, sedangkan Ar Rayah adalah: Al Alam as shaghir. Jadi kalo Al Liwa dibawa oleh pemimpin pasukan, kalo Ar Rayah dibawa oleh pasukan- pasukan kecil "
Ini dia redaksi asli dalam kitab Syarah Muslim;
ﻗﺎﻝ ﺃﻫﻞ اﻟﻠﻐﺔ اللواء: اﻟﺮاﻳﺔ اﻟﻌﻈﻴﻤﺔ ﻻ ﻳﻤﺴﻜﻬﺎ ﺇﻻ ﺻﺎﺣﺐ ﺟﻴﺶ اﻟﺤﺮﺏ ﺃﻭ ﺻﺎﺣﺐ ﺩﻋﻮﺓ اﻟﺠﻴﺶ ﻭﻳﻜﻮﻥ اﻟﻨﺎﺱ ﺗﺒﻌﺎ ﻟﻪ
"Ahli bahasa mengatakan: Al Liwa adalah bendera besar yang hanya dipegang oleh pemimpin pasukan perang dan para pasukan akan tunduk kepadanya"
Perhatikan kata2:
ولا يمسكها إلا صاحب جيش الحرب.... إلخ
Dalam disiplin ilmu Mantiq (logika), ini dinamakan FASHL, yakni: lafadz kully yang berfungsi membedakan satu hakikat dari hakikat- hakikat lainnya yang berserikat dengannya dalam jinis.
Artinya, yang membedakan Al Liwa dengan bendera yang lainnya adalah : Al Liwa hanya dipegang oleh pemimpin pasukan perang, bukan oleh sembarang orang, berbeda dengan bendera Negara, ormas, Jam'iyyah dll.
Menariknya lagi, Dalam FASHL ini menggunakan bahasa HASHR, sehingga pengertiannya adalah : hanya boleh dipegang / dibawa oleh pemimpin pasukan perang.
Pertanyaannya adalah, seberapa pentingkah peran sebuah bendera / Panji dalam kancah peperangan?! Dalam konteks peperangan, Al Liwa ataupun Ar Rayah memiliki peran penting sebagai tanda atau kode bagi sebuah pasukan perang. Prajurit yang terpencar dari pasukan, terkepung pasukan musuh, tersesat, bisa mengetahui kemana ia harus kembali.
Sebab dalam kancah peperangan, kedua kubu yang awalnya berhadap2pan & dalam lokasi yang berbeda , akan saling serang & menyatu dalam satu tempat untuk saling mengalahkan. Disinilah pentingnya arti sebuah Panji peperangan.
Perhatikan surat Al Hujurat ayat 09 berikut;
ﻭَﺇِﻥْ ﻃَﺎﺋِﻔَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦَ اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ اﻗْﺘَﺘَﻠُﻮا...الآية
Kenapa Allah SWT menggunakan redaksi jama': اﻗْﺘَﺘَﻠُﻮا, padahal kata gantinya (dlomir) kembali kepada lafadz ﻃَﺎﺋِﻔَﺘَﺎﻥِ yang tatsniyyah??!! Karena dalam kondisi saling serang, kedua kubu akan menyatu dan sulit dibedakan, sehingga laksana satu kelompok atau kubu.
Dus, dari dua INKONSISTENSI UAS ini, dapat disimpulkan bahwa pernyataan TGB lebih obyektif dan jujur daripada UAS dalam memberikan statemen terkait NARASI BENDERA RASULULLAH, apakah dalam konteks peperangan ataukah juga dalam kondisi damai.
MELACAK JEJAK ARGUMENTASI UAS TENTANG BENDERA ISLAM
Ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya, namun karena kali ini muatannya bukan tentang inkonsistensi pernyataan UAS, maka judulnya sengaja diganti.
Kenapa melacak jejak argumentasi? Karena UAS hanya menyampaikan bahwa bendera bertuliskan tauhid adalah bendera Umat Islam, namun nihil argumentasi.
Ini menjadi aneh, sebab bukan tipikal UAS menyampaikan suatu statement tanpa disertai dalil, baik dari Al Qur'an, Sunnah, maupun petuah Ulama.
BENDERA RASULULLAH SAW, BENARKAH BERTULISKAN TAUHID?
Sebelum membahas tentang keabsahan klaim bahwa bendera bertuliskan tauhid adalah bendera Umat Islam, terlebih dahulu kita telusuri, sebenarnya bendera Rasulullah SAW pada saat itu, apakah bertuliskan "LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH" ataukah polos?!
A. TEKS HADITS
Terdapat hadits yang menyatakan bahwa royah Rasulullah Saw berwarna hitam dan benderanya berwarna putih terulis padanya kalimat : لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Hadits yang dimaksud adalah:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بن رِشْدِين قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْغَفَّارِ بْنُ دَاوُدَ أَبُوْ صَالِحٍ الْحَرَّانِي قَالَ حَدَّثَنَا حَيَّانٌ بن عُبَيْدُ اللهِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُوْ مَجَازٍ بن حُمَيْدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللهِ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ مَكْتُوْبٌ عَلَيْهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
“Dari Ibnu Abbas mengatakan: “Bendera (pasukan) Rasulullah itu hitam dan panjinya itu putih yang bertuliskan di atasnya La Ilaha illa Allah Muhammadu Rasulullah” (HR. Thabrani)
Hadits di atas terdapat dalam kitab Mu’jam al-’Awsath karya imam al-Thabarani, dalam kitab Akhlaq al-Nabi Saw wa Adabuhu karya Abu al-Syaikh al-Ashbihani.
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ زَنْجَويه المخرمي، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ بن أَبِي السَّرِي العَسْقَلَانِي، حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ بن طَالِبٍ، عَنْ حَيَّان بن عُبَيْدِ اللهِ، عَنْ أَبِيْ مَجَازٍ، عَنِ ابْنُ عَبَّاسٍ، قال: كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللهِ ﷺ سَوْدَاءَ وَلِوَاءُهُ أَبْيَضُ، مَكْتُوْبٌ فِيْهِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
B. ANALISA SANAD
Secara umum Hadists-Hadists yang menerangkan tentang bendera hitam yang bertuliskan La Ilaha Illa Allah Muhammad Rasulullah sebagaimana yang tertera di atas mempunyai kualitas lemah, baik yang diriwayatkan oleh al-Thabrani maupun Abu al-Syaikh.
Hadists di atas termaktub dalam kitab al-Kamil fi Dhu’afa al-Rijal karya Ibnu ‘Adi, yang mana kitab tersebut menghimpun Hadits-Hadits yang diriwayatkan oleh perawi lemah.
Adapun kedhaifan Hadis riwayat al-Thabrani ini dikarenakan;
1. Hayyan bin Ubaidillah
Berikut JARH WA TA'DIL Hayyan bin Ubaidillah: [Lisaanul miizan II:370]
1. Dia rawi yang suka membawa riwayat munkar, riwayat gharib dan tidak pernah melihat rawi yang banyak kelirunya selian dia [Tarikh Al-Islam IV : 374]
2. Abu Hatim Ar-Raazi berkatata: Shaduq [Al-Jarh III:246]
3. Adz-Dzahabi berkata : Tidak bisa dijadikan hujjah [Al-Mughnii fii Adh-Du’afaa I : 198]
4. Ad-Daraquthni berkata : Tidak kuat
5. Ibn Hazm berkata : Majhul
6. Al-Bukhari berkata : Mukhtalith. Lebih lanjut beliau mengatakan; "Hayyan bin Ubaidillah Abu Zuhair tergolong Bani ‘Adi Al Bashry, beliau mendengar dari Abu Mijlaj Lahiq bin Humaid dan Ad-Dhahak [Al-kaamil fii dhu’afaa Ar-Rijaal_Tahqiiq Suhail Zikaar hal.425]
Dengan demikian, Hayyan atau Hibban bin Ubaidillah ini rawi maqbul yang bisa diterima dengan catatan jika ada mutaba’ah dan tidak syadz, namun dia lemah jika bersifat tafarrud. Dalam hal ini, terdapat keidhtiraban pada Hayyan baik dari segi sanad maupun matan;
a. Dari segi jalur sanad
Terdapat jalur lain dimana Hayyan menerima dari Abu Mijlaj, Abu Mijlaj menerima dari Abdullah bin Buraidah, Abdullah bin Buraidah menerima dari Buraidah.
Ibn ‘Adi berkata: "Tidak ada periwayatan Abu Mijlaj dengan menempuh dua thabaqah (antara Abdullah bin Buraidah dan Buraidah) ini hanya terdapat pada jalur Hayyan bin Ubaidillah. Dalam jalur ini Hayyan menyendiri (tafarrud) dalam periwayatannya [Al-kaamil fii dhu’afaa Ar-Rijaal_Tahqiiq Suhail Zikaar hal.425]
b. Dari segi matan
Dalam jalur yang sama, dimana Hayyan menerima dari Abu Mijlaj, terdapat tambahan redaksi:
مَكْتُوْبٌ عَلَيْهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
“(Bendera itu) bertuliskan kalimat : Laa ilaaha Illallaah muhammadurrasuulullaah”
Memperhatikan pemaparan diatas, baik jalur Yazid maupun hayyan, keduanya tidak bisa saling menguatkan dikarenakan adanya ke Idhtiraban dan kecacatan yang fatal, Dan dalam hadits ini Hayyan membawa riwayat Tafarrud, gharib dan munkar dengan menambahkan kalimat lafazh tauhid.
2. Ahmad bin Risydin.
Oleh imam al-Nasa’i, perawi ini dikategorikan sebagai kadzdzab, imam al-Dzahabi memberikan status muttaham bi al-wadh’, imam Ibnu Hatim mengomentarinya dengan takallamu fihi, dan Ibnu ‘Adi mengatakan bahwa ia adalah perawi yang banyak memilki riwayat Hadits akan tetapi banyak sekali yang munkar dan palsu, dan ia termasuk orang yang riwayat Haditsnya banyak ditulis.
Sedangkan Ibnu Yunus, Ibnu ‘Asakir, Ibnu al-Qaththan, dan Maslamah bin al-Qasim mengatakan bahwa Ahmad bin Risydin merupakan huffazh al-Hadis dan tsiqah.
Menimbang kaidah "al- jarh Mufassar muqoddamun ‘alaa at-ta’dil", yang artinya; “bila terdapat dua keterangan antara jarh dan ta’dil maka diutamakan jarh apabila terdapat keterangan”, maka Ahmad bin Risydin dikategorikan sebagai muttaham bi al-kidzb.
3. Sedangkan kedhaifan dalam Hadits riwayat Abu Syaikh dari Abu Hurairah di atas disebabkan oleh perawi bernama Muhammad bin Abu Humaid. Oleh kebanyakan ulama ahli Hadits seperti al-Bukhari, Ibnu Hibban, Ahmad bin Hambal, Abu Hatim al-Razi, al-Nasa’i, Abu Zur’ah, Ibnu Ma’in, dan al-Daruquthni, semuanya mengatakan bahwa rawi tersebut lemah karena ia termasuk dalam kategori munkar al-Hadis.
Jadi, Hadits di atas tergolong Hadits yang tingkat kedaifannya parah sehingga hadits riwayat al-Thabrani termasuk dalam lingkup Hadis matruk (Hadits syibhu maudhu) dan hadis riwayat Abu Syaikh dari Abu Hurairah tergolong sebagai hadis munkar.
C. KESIMPULAN
Berdasarkan analisa di atas, dapat disimpulkan bahwa Hadits dari Ibn Abbas yang menyatakan bendera Rasulallah SAW berwarna putih dengan bertuliskan kalimat Laa Ilaaha Illallaah adalah MATRUK (SYIBHU AL-MAUDHU)
Dengan demikian, klaim UAS bahwa bendera Rasulullah SAW bertuliskan kalimat Tauhid tidak memiliki landasan hadits yang valid, tapi sangat lemah, oleh Imam Ibnu Hajar Al atsqalany dibahasakan; sanadnya WAHIN.
Sebagai pelengkap, saya sertakan pula gambar dari film the message, yang tayang pada tahun 1976.
Awas jangan bloon....yang paling prinsip dalam film ini adalah; telah lulus uji kesahihan oleh lembaga yang sangat kompeten & kredibel, yakni Ulama Al Azhar Mesir, berdasarkan fakta sejarah & hadits2 Rasulullah SAW
================
Bersambung gaesss...insya Allah membahas masalah : benarkah bendera bertuliskan tauhid adalah bendera Umat Islam??!!

NASAKOM BUKTI KELIHAIAN SYIASAH NU

Tags
Mengingat Bung Karno hanya memberikan waktu 3 hari pada NU untuk menolak atau menerima NASAKOM, maka diputuskanlah oleh KH Wahab Chasbullah dan KH Idham Chalid untuk menerima NASAKOM tanpa harus menunggu persetujuan cabang-cabang NU yang ada di seluruh daerah, dengan pertimbangan sebagai berikut:
#Pertama, tak mungkin mengumpulkan seluruh cabang NU yang tersebar di berbagai daerah dalam waktu sesingkat itu, sementara keputusan harus dibuat cepat mengingat PKI telah menghasut Bung Karno untuk membubarkan partai politik yang tak menerima NASAKOM.
#Kedua, bila partai NU dibubarkan maka praktis tak ada lagi partai besar Islam yang bisa memperjuangkan aspirasi umat baik di pemerintahan maupun di parlemen, mengingat partai Masyumi sudah dibekukan sebelumnya.
Selang beberapa bulan kemudian setelah menerima NASAKOM, dikumpulkanlah seluruh cabang untuk diberikan penjelasan mengapa NU menerima NASAKOM dengan alasan pertimbangan di atas. Seluruh cabang pun menerimanya. Pada pertemuan tersebut KH Wahab Chasbullah berpesan, "Kecuali terpaksa, jangan bertempur di luar gelanggang, karena hanya sedikit mendatangkan manfaat bagi umat".
Kalimat tersebut menandai dimulainya pertempuran terbuka NU yang dikomandani politikus sangat cerdik KH Idham Chalid melawan PKI baik di pemerintahan, parlemen, sampai akhirnya pada tingkat akar rumput juga.
Sadar kalau faham komunis sudah menyebarluas, NU pun mengusulkan pada Bung Karno agar tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila.
Ide ini dilontarkan untuk mengingatkan masyaraķat, dasar negara adalah Pancasila dan jangan sampai tergantikan oleh faham komunis, sekaligus menyatukan kaum Nasionalis dengan Islam melawan ajaran Komunis. Lalu ketika PKI sudah begitu besar dan sulit ditandingi, NU pula yang memancing banyak pihak untuk mengangkat Bung Karno sebagai presiden seumur hidup, bahkan PKI pun terpengaruh dan bahkan yang paling lantang menyuarakan ide tersebut.
Bila pemilu pasca dekrit presiden diselenggarakan, bisa dipastikan PKI akan memenangkannya. PKI tak menyadari bahwa ide menjadikan Bung Karno presiden seumur hidup sesungguhnya untuk meniadakan pemilu. Sebab buat apa ada pemilu bila presiden sudah ditetapkan, demikianlah logikanya. Pemilu akhirnya tak terselenggara, negara dan bangsa selamat dari bahaya kemenangan komunisme.
Melihat sudah demikian mengguritanya PKI di masyarakat, NU pun mengadakan perlawanan pada tingkat akar rumput dengan melahirkan berbagai ormas tandingan. Lesbumi lahir untuk menandingi Lekra, Pertanu untuk melawan BTI, dan Banser Ansor untuk melawan pemuda rakyat.
Demikianlah sekelumit cerita disampaikan agar warga NU tak hanya hafal doa tahlil dan fasih membaca arab gundùl, tapi juga wajib tau sejarah masa lalunya.
__________&___________
Bagaimana dengan HTI sekarang, HTI telah menyebar. Sel-sel jaringan HTI sudah masuk dalam kehidupan berbangsa. Bukan hanya pelajar dan mahasiswa yg terpapar virus khilafah yg ditebar oleh HTI, tetapi aparatur pemerintah, aparat negara, juga ada yg terbukti menjadi simpatisan, aktifis, bahkan pimpinan HTI.
NU membutuhkan sosok seperti KH. Idham Khalid dan KH. Wahab Hasbullah, untuk menangkis serangan HTI dan para penumpang gelap yg masuk ke gerbong HTI.
HTI tidak cukup dibubarkan, tetapi harus ada tindakan konstitusional yg melarang sepak terjangnya. Jangan menunggu NKRI rusak, porak poranda seperti Suriah.
Salam Damai !!!
Ini adalah bukti bahwa NU sangat mahir dan cermat melihat perpolitikan saat itu. Sebagai penyeimbang dan mengcounter ekstrem kiri juga ekstrem kanan, karena NU menggunakan "Politik Kebangsaa" demi utuhnya NKRI.
(Tulisan singkat ini saya copast dari akun FB Supriyanto yg disadur dari seorang wartawan senior dan budayawan Mas M. Djoko Yuwono. Judul artikel aslinya: Gabung Nasakom, Cara Cerdik NU Selamatkan Indonesia dari Cengkeraman PKI).

KAMPRET MENULARKAN PENYAKIT OTAK

Tags
Demi kesehatan otak Anda, sebaiknya jangan pernah dekat-dekat dengan kampret.
Riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tidak kurang dari 250 spesies kampret atau kelelawar telah teridentifikasi di Indonesia.
Sebanyak 2 spesies di antaranya berperan sebagai pembawa penyakit Japanese Enchepalitis atau penyakit radang otak yang menyebabkan penumpukan cairan pada otak. Jenis penyakit ini disebabkan oleh virus yang awalnya ditularkan oleh nyamuk. Pada kelelawar, virus ini didapatkan karena tergigit oleh vektor yang menularkan penyakit tersebut.
"Ayo Jaga Kesehatan Otak Kita dari pengaruh Kampret"
SALAM WARAS UNTUK NKRI

KURANG AJAR POLISI ARAB SAUDI PERIKSA HABIB RIZIEQ SOAL BENDERA TAUHID

Tags
Add caption












Kepolisian Arab Saudi kok berani betul periksa Habib Rizieq Shihab soal bendera tauhid. Memang mereka nggak bisa ya belajar dari Kepolisian Republik Indonesia ,demo berjilid jilid ?
Diperiksanya Habib Rizieq oleh kepolisian Arab Saudi karena ada bendera kalimat tauhid di depan tempat tinggalnya benar-benar mengejutkan bagi kami. Jelas dong, bagaimana mungkin, orang sesuci beliau sampai dicurigai oleh negara suci seperti Saudi hanya karena memasang bendera suci kalimat tauhid? Betuul !!😀😀😀
Ini jelas-jelas ada konspirasi terselubung yang ingin mengadu domba antara kami dengan Arab Saudi negara rujukan kami dalam berperilaku dan beragama.
Ya kan nggak masuk akal sekali ketika umat muslim di Indonesia yang mengagungkan bendera kalimat tauhid—diwujudkan dengan kemarahan ketika ada oknum Banser membakar bendera tersebut. Hati kami begitu geram bendera tauhid itu dibakar meski pakai alasan karena ingin dihindarkan dari perlakukan yang menghinakan kalimat tauhid di dalamnya.
Bagi kami bendera itu mau diinjak, diduduki, di taruh Got, diletakkan di lantai, bahkan sampai di bawa masuk WC, gak masalah asal tidak dibakar seperti yg dilakukan BANSER NU.
Kami ini benar-benar tidak mengerti kok bisa-bisanya kepolisian Saudi mempermasalahkan bendera tersebut di pasang di depan rumah. Kok bisa sih hati mereka begitu takut bener sama bendera tauhid?
✓~ Bukankah bendera mereka sendiri juga ada kalimat tauhidnya?
Kan ini cuma masalah beda warna. Saudi pakai warna hijau, sedangkan bendera bendera Tauhid hitam.
✓~ Memangnya bedanya di mana?
Itu kan sama-sama kalimat tauhid. Urusan warna atau ukuran luas atau dipasang di mana kan nggak masalah seharusnya.
Mau itu dikira bendera Hizbut Tahrir !!??
atau bendera ISIS ,ya nggak boleh dong dimasalahin. Iya gak broo 😀😀😀??!
Bendera Tauhid sangat agung bagi kami. Mau itu dipasang sebagai identitas kelompok apa pun ya itu bendera Islam—bendera kami. Dan sebagai negara asal dari agama Islam, harusnya Saudi lebih paham Jgn main sepihak gitu dong.!!!
Soalnya setahu kami, cuma setan yang takut sama BENDERA tauhid. Kan nggak mungkin banget polisi-polisi itu setan, wong mereka umat muslim kaffah karena orang Arab asli gitu loh. H h 😀😀😀😀😀!!??
Apa Pak Polisi itu kalau mati nggak mau pakai keranda yang ada tulisan kalimat tauhid juga?....
Apa mereka mau di keranda mereka nanti pakai penutup kain yang bertuliskan “SAUDI ARABIA Harga Mati....”? Kan nggak mungkin banget ya Broo..!!..
✓~ Sampai sekarang kami tak habis pikir. Bagaimana mungkin mereka bisa mencurigai Imam Besar kami, Habib Rizieq sampai harus repot mendatangi untuk menjelaskan bahwa bendera itu bukan beliau yang pasang—tapi orang lain yang pasang.
Barangkali ini efek domino saja. Soalnya kan kemarin Imam Besar Habib Rizieq menyerukan untuk memasang bendera tauhid di rumah kami masing-masing. Melalui akun twitternya, Habib Rizieq meminta kepada simpatisan FPI dan alumni 212 untuk berani memasang bendera kalimat tauhid di mana pun kami berada.
✓~ Mungkin ada orang Saudi yang terinspirasi sama beliau terus pasang di rumah beliau. Jadi jangan sekali-kali ada yang bilang ini sikap jarkoni.
Ya di Saudi kan beda urusannya sama di Indonesia. Kebijakan pemerintahannya kan beda, Bos. Orang Islam di Arab sama orang Islam di Indonesia kan beda kalau urusan khusus macam ini. Nggak bisa disama-samain gitu. Yah, nego tipis-tipis dikit lah.
Tapi untungnya kepolisian Arab Saudi segera menyadari kesalahannya sehingga sudah membebaskan Habib Rizieq dalam tempo yang singkat. Memangnya Imam Besar kami kayak Ahok? Yang diperiksa polisi eh malah dibui 1,5 tahun karena dia memang kriminal. Mana sempat kabur ke luar negeri lagi si Ahok itu.
Beda dong dengan Habib Rizieq yang selalu jauh dari kasus-kasus hukum. Kalau pun ada kasus hukum, beliau dengan gagah berani datang sendirian menghadapi masalahnya. Mendatangi pemeriksaan kepolisian Arab Saudi dengan lantang tanpa takut sama sekali karena benar adalah salah satu fakta keberanian beliau.
Lebih hebatnya lagi, Kepolisian Arab Saudi saja mengakui Habib Rizieq ternyata nggak bersalah. Harusnya Kepolisian Indonesia, yang demen kriminalisasi ulama, belajar banyak dari Kepolisian Arab dari kasus ini. Atau jangan-jangan Kepolisian Arab yang udah belajar dari Kepolisian Indonesia? Ah, nggak tahu deh.
Soalnya kalau Saudi sampai menangkap Imam Besar kami, mereka tentu sudah memikirkan masak-masak gimana jadinya kalau umat 7 juta menggeruduk negara mereka. Jelas mereka kelabakan nanti, lah wong total jamaah haji Indonesia terbanyak cuma 2,3 juta saja mereka udah kerepotan kok. Jumlah yang nggak ada upil-upilnya dengan jumlah umat Habib Rizieq yang sampai 7 juta.
Sekarang yang kami tunggu adalah permintaan maaf dari kepolisian Saudi yang udah bikin repot Habib Rizieq.
Kecurigaan tak berdasar mereka juga sudah bikin deg-degan kami umat beliau di Indonesia. Tapi santai, permintaan maaf ini, kami tunggu dalam tempo yang se selo-selonya kok. Santai aja Raja Salman.
✓~ Ya.. gimana lagi Broo, mereka yang bikin masalah itu negara Islam jeh, coba kalau Cina، Soviet atau Amerika, bakalan kami Geruduk langsung ke kantor Kedutaan , mereka kan negara kafir.
Jangankan negara kafir , negara kami sendiri aja NKRI bisa kami Geruduk dan DEMO juga kok. Terbukti kan ... Betulkan.??
#Salam_Satir Indonesia Raya